Oh, ya. Salahsatu keuntungan dari merokok adalah menambah wawasan dan pergaulan. Bingung?
Pertama. Berapa banyak anak muda atau pemuda terutama para mahasiswa yang menjadi perokok?
Kedua. Berapa banyak forum (obrolan) terbentuk dan di dalamnya terdapat asap rokok?
Ketiga. Ketika seseorang hanya meminta api untuk menyalakan rokok pada perokok lain, maka setelah itu dengan serta merta mereka menjadi akrab walaupun sebelumnya tidak mengenal satu sama lain.
Hal seperti ini yang membuat para perokok salah kaprah, mereka menganggap rokok menjadi penghubung pergaulan. Sama sekali salah, yang terjadi adalah merokok dapat meredakan rasa gelisah. Ya, rasa gelisah…
Biasanya orang yang sedang merokok sebenarnya sedang mengalami rasa tidak percaya diri, merasa kedinginan dan hal lain yang membuat seseorang gelisah.
Anak muda Indonesia menganggap jika tak merokok maka kurang pergaulannya, ingin tahu alasannnya?
Karena kebanyakan anak muda merokok.
Jika kebanyakan anak muda tidak merokok, maka para perokok lah yang kurang pergaulan.
Logika yang mudah, kan?







December 20th, 2010 at 10:04 am
hmmm…logikanya sih gitu…
December 20th, 2010 at 10:30 am
hehe.. logika asal-asalan…